Contoh Makalah Model Manajemen Strategik Rumah Sakit

Contoh Makalah Model Manajemen Strategik Rumah Sakit

BAB I


A. Pendahuluan 

Setiap institusi baik pemerintah maupun swasta wajib memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat (UU tentang pelayanan publik pada tahun 2009). Tidak terkecuali instansi rumah sakit, sebagai pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tidak boleh tidak pun harus memberikan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya. Untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang sinergis dari berbagai komponen.

Dengan demikian, menjadi suatu keharusan bagi rumah sakit yakni membuat suatu sistem manajemen pelayanan kesehatan rumah sakit yang mencakup semua aspek yang diperlukan untuk terlaksananya sistem pelayanan yang efisien dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, perlu diterapkannya manajemen yang baik guna mendukung tercapainya penyediaan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat.

Manajemen strategis merupakan suatu filosofi, cara berpikirdan cara mengelola organisasi. Manajemen strategis tidak terbatas pada bagaimana mengelola pelaksanaan kegiatan didalam organisasi, tetapi juga bagaimana mengembangkan sikap baru berkaitan dengan perubahan eksternal. Pemahaman mengenai makna manajemen strategis tidakhanya terbatas pada aspek pelaksanaan rencana, tetapi lebih jauh lagi ke aspek misi, visi, dan tujuan kelembagaan. 

Makna tersebut terkait dengan konteks lingkungan luar dan dalamorganisasi. Secara singkat, beberapa penulis seperti Duncan dkk (1995), Truitt (2002), dan Katsioloudes (2002) menggambarkan manajemen strategis sebagai langkah-langkah para pemimpin organisasi melakukan berbagai kegiatan secara sistematis. Langkah-langkah tersebut antara lain melakukan analisis lingkungan organisasi yang memberi gambaran mengenai peluang dan ancaman. 

Kemudian langkah berikutnya melakukan analisis kekuatan dan kelemahan organisasi dalam konteks lingkungan internal. Kedua langkah ini dilakukan dalam usaha menetapkan visi, misi, dan tujuan organisasi. Pernyataan misi merupakan hal utama dalam lembaga yang bersifat mission driven sehingga analisis lingkungan luar dan dalam lebih dipergunakan untuk menyusun strategi. Langkah berikutnya adalah merumuskan strategi sesuai dengan kekuatan dan kelemahan organisasi yang berada pada lingkungan yang mempunyai peluang atau ancaman. 

Melaksanakan strategi merupakan bagian dari manajemen strategis. Pelaksanaan tersebut akan dilakukan bersama dalam sistem pengendalian strategis untuk menjamin tercapainya tujuan lembaga. Secara keseluruhan konsep manajemen strategis dapat dibagi menjadi beberapa bagian yang berurutan: analisis perubahan dan persiapan penyusunan, diagnosis kelembagaan dan analisis situasi, formulasi strategi, pelaksanaan strategi dan pengendalian strategi.

BAB II

A. DATA INTERNAL  RS HUSADA INSANI
  1. DATA INTERNAL (PENGUMPULAN DATA)
  2. RS USADA INSANI
  3. JL. K.H Hasym Ashari, No 24, Tangerang Banten 15117
b. VISI
  • Menjadikan Rumah Sakit Swasta terbaik pilihan masyarakat
c. MISI
  • Mengembangkan dan meningkatkan sumber daya manusia yang professional
  • Menyediakan dan melengkapi sarana pelayanan serta penunjang terbaik sesuai kebutuhan masyarakat
  • Memaksimalkan sumber daya yang ada sehingga menjadi Rumah Sakit rujukan bagi pelayanan kesehatan lainnya
B. PELAYANAN KESEHATAN

A. Fasilitas : 
1. Terdapat instalasi gawat darurat 24 jam , 
2. poliklinik, 
3. kamar perawatan , 
4. pelayanan tindakan medis operasi bedah, 
5. MCU , 
6. Rehabilitas Medik , 
7. Konsultasi imunologi dan alergi, 
8. konsultan Ginjal Hipertensi, 
9. konsultan Bedah Oncology Tumor/Kanker, 
10. konsultan Bedah Oncology Kandungan,
11. Senam Hamil, 
12. Konsultan Bedah Tulang Belakang  , 
13. pelayanan penunjang , 
14. Klinik Endoscopic, 
15. Konsultan Bedah Digestive, 
16. Konsultan penyakit saluran cerna dan hati , 
17. konsultan bedah thorax dan vaskuler, 
18. Konsultan Rematologi, 
19. Konsultan Saraf Anak, Pusat Edukasi klinik dan Diabetes, 
20. MRI, 
21. apotek, 
22. laboratorium, USG dan USG mamografi, 
23. CT Scan, 
24. EEG, 
25. Treadmill, 
26. sistem computer endoscopic,
27. hemodialisa, 
28. kemoterapy.
   
B. Jumlah tenaga medis dokter yaitu : 
1. Dokter gigi 8 orang, 
2. dokter spesialis patologi klinik 1 orang, 
3. dokterspesialis radiologi 2 orang, 
4. dokter spesialis anak 7 orang, 
5. dokter spesialis konservasi gigi 1 orang, 
6. dokter spesialis anesthesi 4 orang, 
7. dokter bedah 11 orang, 
8. dokter jantung 3 orang, 
9. dokter kandungan & kebidanan  9 orang, 
10. dokter spesialis andrologi 1 orang, 
11. dokter spesialis paru – paru 3 orang, 
12. dokter spesialis bedah syaraf 2 orang, 
13. dokter spesialis syaraf anak 1 orang, 
14. dokter spesialis kejiwaan 3 orang,  
15. dokter spesialis kulit kelamin 3 orang, 
16. dokter spesialis mata 2 orang, 
17. dokter spesialis orthopedi 4 orang, 
18. dokter spesialis penyakit dalam 8 orang, 
19. dokter spesialis rehabilitasi medik 2 orang, 
20. dokter spesialis syaraf 5 orang, 
21. dokter spesialis THT 3 orang, 
22. dokter spesialis psikologi 1 orang, 
23. dokter spesialis patologi anotomi 1 orang, 
24. dokter spesialis akupuntur 1 orang. 

Total keseluruhan dokter spesialis = 86 orang dan dokter umum = 9 oranng.

C. Kapasitas tempat tidur dan ruang yaitu : 
1. sebanyak 350  yang terdiri dari kelas VIP dengan 1 tempat tidur, 
2. kelas I utama dengan 2 tempat tidur, 
3. kelas I biasa dengan 3 tempat tidur, 
4. kelas II dengan 6 tempat tidur, 
5. kelas 3 10 tempat tidur, 
6. kamar ICU, 
7. kamar bersalin, 
8. ruang isolasi, 
9. dan ruang operasi, 
10. ruang kasir, 
11. ruang adm, 
12. ruang gizi ruang komite medic, 
13. ruang radilogi.
       
d. Poliklinik terdiri dari yaitu : 
1. kebidanan dan kandungan, 
2. paru – paru, 
3. mata THT, 
4. andrologi, 
5. rehabilitasi medik, 
6. jantung dan pembuluh darah, 
7. syaraf, 
8.Bedah terbagi (bedah umum, bedah tulang, bedah anak, bedah saluran kemah/ urologi, bedah saluran cerna, bedah plastik, bedah syaraf, bedah mulut, konsultan bedah tulang belakang, bedah oncology tumor/ kanker kandungan), 
9. penyakit dalam, 
10. kulit dan kelamin, 
11. kesehatan anak, 
12. kesehatan jiwa, 
13. akupuntur, 
14. psikologi, 
15. ibu umum, 
16. orthodenthie, 
17. spesialis prosthodonthie. 

Total poliklinik : 11 poliklinik di rumah sakit

E. sumber daya
1. Jumlah tenaga medis perawat dan bidan sebanyak 500 orang
2. Jumlah tenaga administrasi 20 orang 
3. Jumlah petugas pemeriksaan diagnostic semua : 140 orang
4. jumlah petugas apotek

f. Harga kamar Di RS Usada Insani yaitu
1. Kamar VIP dengan harga                    Rp. 950.000,00-
2. Kamar Kelas I A dengan harga           Rp. 460.000,00-
3. Kamar Kelas I dengan harga               Rp. 430.000,00-
4. Kamar Kelas II dengan harga              Rp. 250.000,00-
5. Kamar Kelas III dengan harga            Rp.  210.000,00-

g. Biaya dokter rawat jalan di RS Usada Insani sekali yaitu dengan harga :
1. Dokter Spesialis                                  : Rp. 170.000,00-
2. Dokter Umum                                     : Rp. 100.000,00-
3. Dokter UGD                :  Rp.  58.000,00-

 A.    ANALISIS DATAFAKTOR STRATEGI INTERNAL  
NO
KEKUATAN (STRENGTHS
1.
Lokasi Rumah Sakit Usada Insani strategis,
2.
Tempat Parkir Rs Luas dan Cukup besar
3.
Banyak Tenaga Ahli Kesehatan yang berkompeten.
5.
Sarana Utama Lengkap.
NO
KELEMAHAN (WEAKNESS)
1.
Ruangan Rs.Usada Insani kurang terawat.
2.
Kedisiplinan Petugas Tenaga Kesehatan di Rs. Usada Insani masih rendah (Masih sering banyak yang datang tidak tepat waktu .)
3.
Petugas K
esehatan kurang peduli pelayanan prima rumah sakit.
4.
Yayasan kurang koordinasi antar satu dengan yang lain
5.
Sistem Penyimpanan Rekam Medis masih desentralisasi.

 B.     DATA EKSTERNAL RS MULYA CILEDUG
 


NO
PELUANG (OPPORTUNITIES)
1.
Lokasi Rs. Mulya Ciledug kurang nyaman dikarenakan dekat dengan pasar
2.
Pesaing belum rutin mengirimkan data laporan RL 1-6 melalui sitem SIRS Online.
3.
Pesaing kurang memiliki tenaga ahli yang memadai.
4.
Pesaing belum memilki trauma center.
5.
Pesaing belum terakreditasi KARS.
6.
Fasilitas yang lengkap
7.
Termasuk RS swasta rujukan diwilayah ciledug
8.
Termasuk RS pendidikan sebagai lahan mahasiswa praktek
9.
Sudah melaksanakan secara optimal prosedur atau peraturan disetiap ruangan
NO
ANCAMAN (THREATS
1.
Pesaing mempunyai tenaga yang disiplin
2.
Pesaing dalam penyimpanan rekam medis nya sudah sentralisasi.
3.
Pesaing memilki ruang rawat yang baik.
4.
Pesaing mempunyai petugas yang peduli pelayanan prima.
5.
Pesaing memiliki ruangan rawat yang baik
6.
Pesaing mempunyai petugas yang ramah

C.     Matriks IFAS


No
Faktor strategis internal
Bobot
Skala
Skor
Peluang ( Opportunity )
1
Lokasi Rs strategis
0,10
3
0.30
2
Memiliki tenaga berkompeten
0,05
2
0,10
3
Memiliki trauma center
0,20
4
0,80
4
Mendapat penhargaan Rs sayang ibu
0,10
3
0,30
5
Sarana pelayanan lengkap
0,10
3
0,30
Kelemahan ( Weakness)
1
Ruang perawatan kurang terawat
0,05
2
0,10
2
Kedispilnan petugas rendah
0,10
1
0,10
3
Petugas kesehatan kurang pelayanan prima
0,10
2
0,20
4
Yayasan kurang koordinasin antar satu dengan yang lain
0,10
2
0,20
5
Sistem penyimpanan rekam medis masih desentralisai
0,10
2
0,20
Jumlah
1,00
2,60

D.    MATRIKS EFAS

No
Faktor strategis internal
Bobot
Skala
Skor
Peluang ( Opportunity )
1
Lokasi Rs kurang nyaman
0,10
3
0.30
2
Pesaing belum rutin mengirimkan data
0,05
2
0,20
3
Pesaing belum memiliki trauma center
0,15
4
0,20
4
Pesaing belum memiliki tenaga ahli yang memadai
0,05
2
0,10
5
Pesaing belum terakreditasi KARS
0,10
2
0,20
Ancaman ( Threats)
1
Pesaing mempunyai tenaga yang disiplin
0,05
2
0,10
2
Pesaing dalam penyimpanan rekam medis yang sudah sentralisasi
0,15
1
0,15
3
Pesaing memiliki ruang rawat yang baik
0,10
2
0,20
4
Pesaing mempunyai petugas yang mempunyai pelayanan prima
0,10
1
0,10
5
Pesaing mempunyai petugas yang ramah
0,10
2
0,20
Jumlah
1,00
2,15




      

























G. PENGAMBILAN KEPUTUSAN :

1. Total Skor FSI sebesar 2,60 menunjukkan kekuatan (strength) lebih besar dari pada kelemahan (weakness)
2. Total Skor FSE sebesar 2,15 menunjukkan peluang (opportunity) lebih besar dari ancaman (threats)
3. Karena S > W dan O > T , maka strategi yang dipilih adalah strategi SO
4. Strategi SO adalah menggunakan kekuatan untuk merebut peluang , strategi agresif, strategi ekpansi atau growth oriented strategy.

H. KESIMPULAN

FSI lebih besar dari FSE, sehingga strategi yang di gunakan adalah strategi SO dimana mengunakan kekuatan untuk merebut  peluang, strategi agresif. dimana Strategi SO adalah strategi yang ditetapkan berdasarkan jalan pikiran organisasi yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Inilah yang merupakan strategi agresif positif yaitu menyerang penuh inisiatif dan terencana. Mendata program atau kegiatan yang akan dilaksanakan, kapan waktunya dan dimana dilaksanakan, sehingga tujuan organisasi akan tercapai secara terencana dan terukur. dalam strategi SO, organisasi mengejar peluang-peluang dari luar dengan mempertimbangkan kekuatan